menu
menu
menu
menu
menu

INFO

dari ahli nyamuk kami

INFO

dari ahli nyamuk kami

Perlukah saya mengkhawatirkan dampak zika pada kandungan saya?

Hal yang menarik perhatian banyak badan kesehatan di seluruh dunia, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S. (CDC), dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), adalah kekhawatiran tentang cacat lahir yang mungkin terkait dengan virus Zika.

Direktur Jenderal WHO menyatakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada 1 Februari 2016, terkait sekumpulan kasus mikrosefali dan gangguan neurologis di beberapa daerah yang terinfeksi virus Zika. Pada tanggal 7 April 2016, WHO mengindikasikan adanya konsensus ilmiah bahwa virus Zika dapat menyebabkan sindrom microcephaly dan Guillain-Barre dan pada tanggal 13 April 2016 CDC juga melaporkan bahwa virus Zika terbukti dapat menyebabkan mikrosefali.

Mikrosefali adalah cacat lahir langka di mana bayi lahir dengan kepala dan otak yang lebih kecil dari ukuran normal. Berbagai organisasi kesehatan berencana melaksanakan lebih banyak penelitian guna mempelajari lebih lanjut mengenai risiko infeksi virus Zika selama kehamilan.

Meskipun badan kesehatan termasuk WHO, PAHO, CDC, dan ECDC belum menyimpulkan bahwa virus Zika menyebabkan mikrosefali, badan kesehatan tersebut memperingatkan wanita hamil agar tidak bepergian ke area lokasi wabah virus Zika. Organisasi tersebut juga menyarankan agar wanita hamil yang tinggal di area tempat virus Zika mewabah untuk ekstra hati-hati dalam melindungi diri dari gigitan nyamuk.

CDC menyarankan agar wanita yang sedang hamil atau berencana untuk hamil mempertimbangkan untuk menunda perjalanannya dan berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan perjalanan ke area wabah virus Zika.

Fakta dan keadaan terus berubah, jadi wanita hamil perlu mengunjungi situs-situs WHO, PAHO, CDC, atau ECDC guna mendapatkan informasi terbaru.